Mahasiswa Sastra Inggris UAD Raih Juara 2 Lomba Debat Tingkat Nasional

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Program Studi Sastra Inggris Universitas Ahmad Dahlan (UAD).Sastra Inggris Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Farid Bagaskara, mahasiswa angkatan 2024, meraih Juara 2 pada Lomba Debat Bahasa Indonesia Mahasiswa Tingkat Nasional. Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh BEM FKIP Universitas Tanjungpura di Pontianak.
Kompetisi yang mengusung tema “Cerdas Berpikir, Berani Mengukir” ini diikuti oleh puluhan perguruan tinggi dari berbagai daerah di Indonesia. Farid memimpin tim yang beranggotakan Muhamad Andika (Teknik Industri 2024) dan Shania Ayu Salsabila (Ilmu Komunikasi 2024). Perjalanan menuju podium tidaklah singkat. Pertama, seluruh peserta harus melewati babak penyisihan (preliminary) secara daring sebanyak tiga ronde. Selanjutnya, tim yang lolos melanjutkan kompetisi ke babak quarter final, semifinal, hingga grand final di Universitas Tanjungpura.
Menurut Farid, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari persiapan yang dilakukan secara konsisten. Selain itu, tim juga rutin mengadakan sparing debat serta melakukan evaluasi menyeluruh setelah setiap sesi latihan maupun setelah menyelesaikan setiap ronde perlombaan. Evaluasi tersebut menjadi sarana untuk memperbaiki kelemahan sekaligus memperkuat strategi dalam menghadapi lawan-lawan berikutnya.
Strategi Mahasiswa Sastra Inggris UAD Meraih Juara
Dalam menyusun argumentasi selama perlombaan, Farid menjelaskan bahwa tim selalu memulai dengan memahami kata-kata kunci yang terdapat dalam mosi debat. Setelah itu, setiap pembicara menyusun kerangka argumentasi sesuai dengan perannya masing-masing. Lima menit terakhir sebelum debat dimanfaatkan untuk berdiskusi bersama guna menyelaraskan seluruh argumen agar penyampaian selama perlombaan menjadi lebih sistematis, konsisten, dan saling menguatkan.
Farid mengungkapkan bahwa selama mengikuti kompetisi, tim tidak menemui hambatan yang berarti. Baginya, keyakinan dan kesungguhan dalam menjalani setiap proses menjadi modal utama untuk memperoleh hasil terbaik. Prinsip tersebut membuat tim tetap percaya diri dalam menghadapi setiap pertandingan.

Salah satu momen yang paling berkesan bagi Farid adalah ketika tim dinyatakan breaking team setelah menyelesaikan tiga ronde penyisihan dan berhasil mengungguli hampir 30 universitas peserta. Prestasi tersebut berlanjut dengan keberhasilan meraih peringkat pertama pada babak quarter final sehingga mengantarkan tim ke semifinal hingga grand final. Selain membawa pulang prestasi, Farid juga memperoleh pengalaman berharga melalui kesempatan membangun relasi dengan mahasiswa dari berbagai universitas serta berdiskusi secara hangat dengan panitia dan peserta dari berbagai daerah.
Atas capaian tersebut, Farid berharap dapat terus meningkatkan kemampuan berpikir kritis, memperkuat keterampilan menyusun argumentasi, serta mengembangkan kemampuan berbicara di depan publik. Ia menargetkan dapat meraih prestasi yang lebih tinggi, termasuk menjadi juara pertama pada berbagai kompetisi debat di masa mendatang.
Menutup pesannya, Farid memberikan motivasi kepada mahasiswa lain agar tidak ragu mencoba berbagai kesempatan yang ada.
“Jangan pernah takut untuk mencoba melakukan sesuatu. Ketika kalian yakin, maka kerjakanlah dengan sungguh-sungguh. Ingat, barang siapa yang bersungguh-sungguh, pasti akan berhasil.”
Pada Akhirnya, prestasi yang diraih Farid Bagaskara menjadi bukti bahwa mahasiswa Program Studi Sastra Inggris UAD tidak hanya unggul dalam kemampuan berbahasa, tetapi juga mampu bersaing secara nasional melalui kemampuan berpikir kritis, menyusun argumentasi yang kuat, serta berkomunikasi secara efektif dalam ajang debat. Oleh karena itu, prestasi ini diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk terus berkarya.






